Friday, February 11, 2011

Mengapa Rasulullah Selalu Sehat Selama Hidupnya

Mengapa Rosulullah Selalu Sehat
Selama Hidupnya

By Melati

Bismillaahirrahmanirrakhiim....

Selama ini kita mengenal dua
bentuk pengobatan. Pengobatan
sebelum terjangkit penyakit /
pencegahan ( At thib Al wiqo`i),
dan pengobatan setelah
terjangkit penyakit (at thib al
`ilaji). Nah, dengan mencontoh
pola makan Rasulullah, kita
sebenarnya sedang menjalani
terapi pencegahan penyakit
dengan makanan. (attadawi bil
ghidza`). Ini tentu jauh lebih baik
daripada kita harus
“ berhubungan” dengan obat-
obat kimia.

Dalam setiap aktifitas dan pola
hidupnya, Rasulullah memang
sudah disiapkan untuk menjadi
contoh teladan bagi semua
manusia., termasuk dalam hal
pola makan. Ini bukan perkara
remeh. Sebab salah satu faktor
penting penunjang fisik prima
Rasulullah adalah kecerdasan
beliau dalam memilih menu
makanan dan mengatur pola
konsumsinya.

1. Hal pertama yang menjadi
menu keseharian Rasulullah
adalah udara segar di subuh hari.

Sudah umum di ketahui bahwa
udara pagi kaya dengan oksigen
dan belum terkotori oleh zat-zat
lain. Ini ternyata sangat besar
pengaruhnya terhadap vitalitas
seseorang dalam aktifitasnya
selama sehari penuh. Maka tidak
usah heran ketika kita tidak
bangun di subuh hari, kita
menjadi terasa begitu malas
untuk beraktifitas.

2. Selanjutnya rasulullah
menggunakan siwak untuk
menjaga kesehatan mulut dan
giginya.

3. Lepas Subuh, Rasulullah
membuka menu sarapannya
dengan segelas air yang
dicampur dengan sesendok
madu asli.

Khasiatnya luar biasa. Dalam Al
qur`an, kata “syifa” /
kesembuhan, yang dihasilkan
oleh madu, diungkapkan dengan
isim nakiroh, yang berarti umum,
menyeluruh. Di tinjau dari ilmu
kesehatan, madu befungsi
membersihkan lambung,
mengaktifkan usus-usus,
menyembuhkan sembelit, wasir
dan peradangan. Dalam istilah
orang arab, madu dikenal dengan
“ al hafidz al amin”, karena bisa
menyembuhkan luka bakar.
(baca : Tak Satupun Zat Di Dunia
Yang Sebanding Dengan Madu)

4. Masuk waktu dluha, Rasulullah
selalu makan tujuh butir kurma
ajwa`/matang.
Sabda beliau, barang siapa yang
makan tujuh butir korma, maka
akan terlindungi dari racun. 
Dan
ini terbukti ketika seorang
wanita yahudi menaruh racun
dalam makanan Rasulullah dalam
sebuah percobaan pembunuhan
di perang khaibar, racun yang
tertelan oleh beliau kemudian
bisa dinetralisir oleh zat-zat yang
terkandung dalam kurma. 
Bisyir
ibnu al Barra`, salah seorang
sahabat yang ikut makan racun
tersebut, akhirnya meninggal.
Tetapi Rasulullah selamat. Apa
rahasianya? Tujuh butir kurma!
Dalam sebuah penelitian di Mesir,
penyakit kanker ternyata tidak
menyebar ke daerah-daerah yang
penduduknya banyak
mengkonsumsi kurma.

Belakangan terbukti bahwa
kurma memiliki zat-zat yang bisa
mematikan sel-sel kanker. Maka
tidak perlu heran kalau Allah
menyuruh Maryam ra, untuk
makan kurma disaat
kehamilannya. Sebab memang
itu bagus untuk kesehatan janin.

Dahulu, Rasulullah selalu berbuka
puasa dengan segelas susu dan
korma, kemudian sholat
maghrib. Kedua jenis makanan
itu kaya dengan glukosa,
sehingga langsung
menggantikan zat-zat gula yang
kering setelah seharian berpuasa.

Glukosa itu suadah cukup
mengenyangkan, sehingga
setelah sholat maghrib, tidak
akan berlebihan apabila
bermaksud untuk makan lagi.

5. Menjelang sore hari, menu
Rasulullah selanjutnya adalah
cuka dan minyak zaitun.

Tentu saja bukan cuma cuka dan
minyak zaitunnya saja, tetapi di
konsumsi dengan makanan
pokok, seperti roti misalnya.

Manfaatnya banyak sekali,
diantaranya mencegah lemah
tulang dan kepikunan di hari tua,
melancarkan sembelit,
menghancurkan kolesterol dan
memperlancar pencernaan. Ia
juga berfungsi untuk menncegah
kanker dan menjaga suhu tubuh
di musim dingin.

Ada kisah menarik sehubungan
dengan buah tin dan zaitun, yang
Allah bersumpah dengan
keduanya. Dalam alquran, kata
“ at tin” hanya ada satu kali,
sedangkan kata “az zaytun” di
ulang sampai tujuh kali. 
Seorang
ahli kemudian melakukan
penelitian, yang kesimpulannya,
jika zat-zat yang terkandung
dalam tin dan zaitun berkumpul
dalam tubuh manusia dengan
perbandingan 1:7, maka akan
menghasilkan ”ahsni taqwim”,
atau tubuh yang sempurna,
sebagaimana tercantum dalam
surat at tin. Subhanallah! 
Syaikh
Ahmad Yasin adalah salah
seorang yang rutin
mengkonsumsi jenis makanan
ini, sehingga wajarlah beliau
tetap sehat, kuat dan begitu
menggentarkan para yahudi,
meskipun lumpuh sejak kecil.
Kalau saja beliau tidak lumpuh,
barangkali sudah habis para
yahudi Israel itu.

6. Di malam hari, menu utama
Rasulullah adalah sayur-sayuran.

Beberapa riwayat mengatakan,
belaiau selalu mengkonsumsi
sana al makki dan sanut. Anda
kenal nama tersebut? Di mesir,
kata Dr. Musthofa, keduanya
mirip dengan sabbath dan
ba`dunis. Masih tidak kenal juga?
Dr. Musthofa kemudian
menjelaskan, secara umum
sayur-sayuran memiliki
kandungan zat dan fungsi yang
sama, yaitu memperkuat daya
tahan tubuh dan melindunginya
dari serangan penyakit. Jadi,
asalkan namanya sayuran,
sepanjang itu halal, Insya Allah
bergizi tinggi. Maka, para
penggemar kangkung dan bayam
tidak usah panik. Para pedagang
tauge juga tidak perlu pindah
haluan. OK?

Disamping menu wajib di atas,
ada beberapa jenis makanan
yang disukai Rasulullah tetapi
beliau tidak rutin
mengkonsumsinya. 
Diantaranya
tsarid, yaitu campuran antara
roti dan daging dengan kuah air
masak. Jadi ya kira-kira seperti
bubur ayam begitulah. 
Kemudian
beliau juga senang makan buah
yaqthin atau labu manis, yang
terbukti bisa mencegah penyakit
gula. Kemudian beliau juga
senang makan anggur dan
hilbah.

Sekarang masuk pada tata cara
mengkonsumsinya. Ini tidak
kalah pentingnya dengan
pemilihan menu. Sebab setinggi
apapun gizinya, kalau pola
konsumsinya tidak teratur, akan
buruk juga akibatnya. Yang
paling penting adalah
menghindari isrof, atau
berlebihan. Kata Rasulullah,
“ cukuplah bagi manusia itu
beberapa suap makanan,
kalaupun harus makan, maka
sepertiga untuk makanannya,
sepertiga untuk air minumnya
dan sepertiga lagi untuk
nafasnya ” (al hadis).

Ketika seseorang terlalu banyak
makanannya, maka lambungnya
akan penuh dan pernafasannya
tidak bagus, sehingga zat-zat
yang terkandung dalam makanan
tersebut menjadi tidak berfungsi
dengan baik. Imbasnya, kondisi
fisik menjadi tidak prima, dan
aktifitaspun tidak akan
maksimal. Dr. Musthofa
menekankan bahwa
assyab`u ,yang berarti kenyang
itu bukan al imtila`, atau
memenuhi. Tetapi kenyang
adalah tercukupinya tubuh oleh
zat-zat yang dibutuhkannya,
sesuai dengan proporsi dan
ukurannya. Jadi ini penting;
jangan kekenyangan!

Kemudian Rasulullah juga
melarang untuk idkhol at thoam
alatthoam, alias makan lagi
sesudah kenyang. Suatu hari, di
masa setelah wafatnya
rasulullah, para sahabat
mengunjungi Aisyah ra. Waktu
itu daulah islamiyah sudah
sedemikian luas dan makmur.

Lalu, sambil menunggu Aisyah ra,
para sahabat, yang sudah
menjadi orang-orang kaya, saling
bercerita tentang menu makanan
mereka yang meningkat dan
bermacam-macam. Aisyah ra,
yang mendengar hal itu tiba-tiba
menangis. “apa yang
membuatmu menangis, wahai
bunda ?” tanya para sahabat.

Aisyah ra lalu menjawab, “dahulu
Rasulullah tidak pernah
mengenyangkan perutnya
dengan dua jenis makanan.

Ketika sudah kenyang dengan
roti, beliau tidak akan makan
kurma, dan ketika sudah kenyang
dengan kurma, beliau tidak akan
makan roti ”. Dan penelitian
membuktikan bahwa
berkumpulnya berjenis-jenis
makanan dalam perut telah
melahirkan bermacam-macam
penyakit. Maka sebaiknya jangan
gampang tergoda untuk makan
lagi, kalau sudah yakin bahwa
anda sudah kenyang.

Yang selanjutnya , rasulullah
tidak makan dua jenis makanan
panas atau dua jenis makanan
yang dingin secara bersamaan.
Beliau juga tidak makan ikan dan
daging dalam satu waktu dan
juga tidak langsung tidur setelah
makan malam, karena tidak baik
bagi jantung. Beliau juga
meminimalisir dalam
mengkonsumsi daging, sebab
terlalu banyak daging akan
berakibat buruk pada persendian
dan ginjal. Pesan Umar ra ”
Jangan kau jadikan perutmu
sebagai kuburan bagi hewan-
hewan ternak !”.

Maha Besar Allah yang telah
mengutus Rasulullah untuk di
jadikan suri tauladan bagi
seluruh manusia.

Allahumma shalli ala
Muhammad , Allahumma sholli
alaihi wassalim..

Semoga Bermanfaat
:-)

No comments:

Post a Comment